Dosen Pendidikan Matematika menjadi Tim Ahli Penyusunan Profil Keaksaraan di Kabupaten Banjar

 

MARTAPURA – Penyusunan profil pendidikan keaksaraan telah memasuki babak akhir, hal tersebut terbukti  dengan kegiatan ekspose akhir yang telah dilaksanakan Bappelitbang Kab. Banjar melalui bidang Sosbud dan SDM pada Selasa (1/8/2017), di aula Bauntung dihadiri tim perencana, tim pelaksana, tim pengawas serta tenaga ahli.

Adapun sebagai review bahwa kegiatan penyusunan ini diselenggarakan dalam rangka mendeskripsikan tingkat keaksaraan masyarakat dan mendeskripsikan penyebab kesulitan keaksaraan yang ada di Kabupaten Banjar.

H. Syahruddin, Kabid Sosbud dan SDM Bappelitbang Kab. Banjar saat memimpin rapat menyebutkan betapa pentingnya keaksaraan yaitu perkembangan zaman dan tehnologi yang menuntut masyarakat untuk dapat menghadapi tantangan dan berdaya saing tinggi, tak hanya itu dengan masih adanya penduduk yang buta aksara maka dapat menghambat pembangunan suatu daerah karena masyarakat yang kesulitan aksara akan dapat menjadi tertinggal dan akhirnya menjadi termarginal.  “Oleh karena itu masyarakat yang kesulitan aksara perlu diberikan pendidikan yang instensif untuk dapat melek huruf” ujarnya.

 

Sementara itu dari tim tenaga ahli penyusun profil keaksaraan,  juga menyebutkan beberapa penyebab masih adanya buta aksara di Kabupaten Banjar yang berdasarkan data BPS di tahun 2016 masih berada pada 2,94% dari jumlah penduduk diantaranya banyaknya usia sekolah yang lebih memilih di pondok pesantren dimana saat ini belum seluruh pondok pesantren yang menyelenggarakan program pendidikan kesetaraan atau yang biasa disebut paket.

Berdasarkan penyusunan tersebut nantinya penuntasan buta aksara akan diupayakan dengan pendidikan keaksaraan yaitu  pendidikan yang diberikan kepada mayarakat yang belum pernah memperoleh pendidikan atau drop out di sekolah dasar dalam rangka meningkatkan pengetahuan dasar, kemampuan baca tulis fungsional yang diintegrasikan dengan mata pencarian, dalam arti agar sedapat mungkin diusahakan belajar pendidikan dasar yaitu membaca, menulis, berhitung dilaksanakan secara terpadu dengan pendidikan mata pencarian dan diikuti dengan kegiatan berusaha.  Selain itu dengan penyelenggaraan program pendidikan kesetaraan yang diharapkan nantinya ada pengalokasian dana diikuti dengan kebijaksanaan pemerintah daerah

Sumber: http://banjarkab.go.id/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *